
Situ Gintung merupakan potret dari negeri permisif (sumber : kompas)
Sudah lebih dari sepekan media televisi mengisahkan bencana yang terjadi di Situ Gintung. Belum sempat negeri ini bernafas sejenak, banjir bandang segera menambah daftar duka negeri ini. Belum sempat lagi bangkit dari segala duka, negeri ini harus dihantan dengan jatuhnya pesawat Pokker di Bandung.
Benarkah hal tersebut adalah murni bencana atau sebuah hasil dari kelalaian manusia?
Bencana Situ Gintung, menghasilkan tontonan yang menarik. Lempar tanggung jawab dan saling menyerang instansi lain menjadi berita di atas duka. Berkelit dan lari dari tanggung jawab sudah menjadi hal yang biasa setelah bencana.
Mungkin bukan siapa yang salah yang harus kita cari, tetapi apa yang salah dan harus kita benahi. Jika akar permasalahan menyebut person sebagai pelaku kelalaian maka sebaiknya hal itu segera dilakukan pembenahan. Jika itu menyangkut sistem yang tidak berjalan dengan semestinya maka harus segera dirombak dan ditata ulang.
Dari sudut pandang saya, permasalahan utamanya adalah negeri ini mungkin terlalu permisif. Read the rest of this entry »